Inilah pesta Matsuri di Jepang, festival budaya yang menarik wisatawan

Jepang merupakan negara dengan tradisi budaya beragam yang menarik wisatawan. Salah satu tradisi di negeri sakura yang masih berlaku ini adalah matsuri. Matsuri adalah sejenis ritual untuk para dewa.

Dalam agama Shinto, perayaan ini bersifat religius.
Matsuri pada dasarnya adalah bentuk atau cara memuja leluhur atau bersyukur kepada para dewa.

Biasanya perayaan ini memiliki tujuan yang berbeda di setiap daerah, mis. Misalnya, doa kesembuhan, penolakan untuk memperkuat diri, atau bahkan rasa syukur atas panen dalam setahun. Perhatikan bahwa perayaan Matsuri ini berlangsung setiap empat musim karena Jepang adalah negara empat musim.

Seiring dengan perkembangannya, esensi matsuri tidak hanya sekedar ritual keagamaan. Tetapi juga sebagai festival, perayaan atau pameran rakyat, yang dibalut dengan unsur budaya selama perayaan tersebut. Salah satu hal yang menjadi bagian dari perayaan perayaan matsuri di Jepang adalah prosesi prosesi.

Prosesi ini termasuk mikoshi (tandu untuk para dewa) yang dimulai di kuil setempat. Biasanya Kuil Tokyo Sensoji menjadi salah satu kuil yang menjadi pusat pariwisata selama Festival Matsuri. Bagi para traveller yang berencana liburan ke Jepang, berikut beberapa fakta menyenangkan tentang merayakan matsura yang dirangkum sebagai berikut:

1. Ritus agama

Dalam kepercayaan Shinto, Matsuri adalah ritual keagamaan yang mengacu pada setiap kesempatan untuk berterima kasih dan memuji Tuhan.

2. Perayaan empat musim

Matsuri berlangsung setiap musim, jadi empat kali setahun. Setiap festival memiliki nama yang berbeda, seperti Sanja-Matsuri, Tako-Matsuri dan juga Hina-Matsuri.

3. Parade Mikoshi ke-3

 

Salah satu ikon ritual selama Matsuri adalah Mikoshi Parade, miniatur lampu di kaki yang dipercaya menjadi alat transportasi para dewa yang kemudian berkeliaran di kota. Orang Jepang yang mengangkut mikosis cenderung berteriak saat mikosis gemetar atau gemetar. Ini dimaksudkan sebagai ajakan bagi para dewa untuk bersenang-senang selama festival.

4. Serangkaian festival budaya

Saat Matsuri tiba, setiap sigake (distrik) memiliki festival. Festival ini menyelenggarakan berbagai jenis seni budaya lokal tradisional seperti tari, musik, dan tarian singa Jepang.

5. Festival Layang-layang

Festival layang-layang ini dihadiri oleh berbagai jenis peserta dari berbagai sigak. Setiap Sigaka biasanya mengirimkan sedikitnya 50 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 10-20 orang. Bagi mereka yang terlibat dalam festival ini, biasanya Anda akan diberi nama-nama tokoh populer di Jepang. Ada juga yang namanya bunga sakura, gunung fujiama dan sebagainya.

Baca Juga : Rekomendasi Tempat Travelling Terbaik Di Bali